Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan yang Wajib DiKetahui 1

Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan – Mengetahui berbagai syarat balik nama sertifikat tanah, tentunya akan sangat membantu Anda dalam mengurus masalah legalitas terhadap sertifikat tanah tersebut. Berikut ini adalah syarat yang harus Anda penuhi tersebut :

Mengisi formulir permohonan balik nama

Balik Nama Sertifikat Tanah Warisa

Ketika Anda mengunjungi kantor BPN atau Badan Pertanahan Nasional, di lokasi terdekat dengan rumah, maka Anda akan diminta untuk melengkapi syarat balik nama sertifikat tanah yang ada. Salah satunya adalah mengisi formulir permohonan balik nama.

Dalam formulir tersebut, Anda akan diminta untuk mengisi beberapa hal, seperti nama, alamat, luas tanah yang akan diwariskan, letak tanah dan juga penggunaan tanah yang akan diwariskan, surat pernyataan tanah tidak mengalami sengketa, dan juga pernyataan tanah tidak dikuasai secara fisik. Formulir tersebut, kemudian Anda tandatangani dan diberi materai.

Fotokopi  KTP pemohon atau seluruh ahli waris yang ada

Adapun syarat balik nama sertifikat tanah yang berikutnya adalah memberikan KTP, baik KTP pemohon, atau KTP seluruh ahli waris yang ada.

Jika tanah tersebut, akan dibagi ke beberapa orang, maka KTP seluruh ahli waris, atau yang akan mendapatkan sertifikat tersebut harus ada.

Apabila ada ahli waris yang usianya di bawah 17 tahun, maka Anda harus menyerahkan akte kelahiran.

Fotokopi kartu Keluarga (KK) pemohon atau seluruh ahli waris

Selain Fotokopi KTP pemohon atau juga seluruh ahli waris, Anda juga perlu memberikan fotokopi KK pemohon atau juga seluruh ahli waris yang ada. Hal ini berfungsi untuk kembali menegaskan bahwa yang berhak mendapatkan tanah warisan tersebut sah.

Surat keterangan waris

Dalam syarat balik nama sertifikat tanah, Anda juga perlu memberikan surat keterangan waris. Surat ini sendiri akan Anda peroleh di kantor kelurahan.

Adapun cara untuk memperoleh surat keterangan waris ini adalah dengan mendatangi Ketua RT dan RW dan membawa fotokopi KK, KTP, surat nikah orang tua dan juga surat kematian.

Setelah memperoleh surat pengantar dari RT dan RW. Anda akan mengajukan surat permohonan tersebut, ke kantor kelurahan. Kunjungi bagian pelayanan umum, dan mengisi formulir, dan membawa berbagai dokumen yang sebelumnya diserahkan ke RT dan RW.

Setelah memperoleh surat hak waris, yang diperoleh dari kelurahan, berikutnya Anda akan mengunjungi kantor pemerintahan kota untuk memperoleh fatwa waris.

Sertifikat tanah asli

Balik Nama Sertifikat Tanah Warisa

Ketika Anda mengajukan permohonan balik nama ini. Anda juga perlu membawa sertifikat tanah. Pastikan sertifikat tanah yang dibawa asli, dan bukan fotokopi.

SPPT PBB tahun terakhir

Tidak ketinggalan, dalam syarat balik nama sertifikat tanah Anda juga perlu membawa SPPT PBB yang berlaku pada tahun terakhir. Hal ini untuk membuktikan bahwa tanah yang dimiliki asli, dan masih terdaftar secara resmi dan dibayar secara berkala oleh pihak pengelola tanah.

Bukti BPHTB, untuk jenis tanah lebih dari Rp 60 juta.

Apabila nilai tanah yang akan dibalik namakan tersebut, mempunyai nilai aset lebih dari 60 juta rupiah, maka Anda juga perlu membawa bukti BPHTB.

Walaupun hal ini bukan termasuk syarat balik nama sertifikat tanah, namun ada sedikit catatan yang harus Anda perhatikan. Terutama  ketika hendak balik nama masalah warisan.

Anda sebaiknya membeli map khusus balik nama di koperasi Kantor Pertanahan Nasional setempat. Selain itu, pastikan juga berbagai syarat yang diajukan, ada di dalam map tersebut, agar proses balik nama cepat diproses.

"Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan yang Wajib DiKetahui" - By Laily Affandra - - No Comments

ADD COMMENT