Langkah dan Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah yang Benar 1

Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah – Surat perjanjian atau akta jual beli tanah ialah surat yang dibuat baik oleh pembeli maupun penjual untuk menjelaskan bahwa terdapat hak maupun kewajiban di tiap-tiap penjual maupun pembeli. Surat jual beli tanah merupakan hal yang paling utama ketika ingin bertransaksi jual beli tanah. Hal ini dikarenakan surat tersebut mempunyai kekuatan hukum yang kuat.

Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah

 Apa Tujuan Surat Jual Beli Tanah?

Tujuan pembuatan surat jual beli tanah yaitu untuk melindungi kedua belah pihak (pembeli dan penjual). Sehingga bisa terhindar dari sengketa lahan/tanah yang tak diinginkan, dimana nantinya bisa menyebabkan kerugian pihak tertentu. Sebab saat ini penipuan sudah merajalela di sekitar kita lewat beragam modus yang bisa dilakukan.

Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membuat surat jual beli tanah, diantaranya :

1.      Surat harus memiliki identitas dari kedua belah pihak, baik pembeli maupun penjual dan identitas harus sesuai KTP yang berlaku. Selain itu, surat jual beli tanah harus disertai nama penjual sebagai pihak pertama. Isi nama harus lengkap berdasarkan nama yang tertera di kartu identitas.

2.      Isi di dalam surat harus detail dan jelas, di dalamnya terdapat keterangan jika pihak pertama sudah menjual tanah ke pihak kedua selaku pembeli, dan sudah disetujui seluruh ahli waris dari pihak pertama, dan ada saksi yang hadir dari kedua belah pihak dengan harga yang sudah disepakati.

Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah

3.      Surat keterangan harus diisi sebelum diaktakan atau dilakukan ijab kabul pembelian secara sah yang dialihkan dari pihak pertama pada pihak kedua, dengan biaya pembuatan surat jual beli tanah ke PPAT ditanggung oleh pihak kedua.

4.      Isi surat juga disertai jika suatu ketika ada ahli waris yang berasal dari pihak pertama menggugat atau mengaku tanah yang sudah dijual pada pihak kedua, dengan demikian pihak berwenang harus menolaknya sebab tanah tersebut mutlak dan sah dijual kepada pihak kedua serta sudah dimiliki pihak kedua.

5.      Pada bagian penutup surat menjelaskan jika surat tersebut sudah dibuat dengan baik dan kedua pihak yang terlibat tidak dalam kondisi ditekan atau dipaksa oleh siapapun.

6.      Dalam surat perjanjian jual beli tanah, harus ada tanda tangan dari pihak penjual, pihak pembeli, beserta para saksi diantara kedua pihak. Di samping itu, harus diketahui dengan membubuhkan tanda tangan dari Kepala lurah atau Kepala Desa setempat.

Penandatanganan tersebut bertujuan supaya surat jual beli tanah lebih kuat dan jika ada kelainan atau pelanggaran dalam memenuhi semua kewajiban, maka dikenakan konsekuensi hukum sesuai aturan yang berlaku karena pihak yang merasa dirugikan telah mengajukan klaim atau tuntutan.

Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah

Selain cara membuat surat jual beli tanah, Anda juga perlu memperhatikan permohonan untuk pembuatan sertifikat. Anda harus mempersiapkan dokumen atau berkas yang dibutuhkan, sehingga tidak perlu membutuhkan waktu lama pada proses pembuatan berkasnya.

Biasanya diperlukan beberapa persyaratan dokumen atau berkas yang perlu dipersiapkan, seperti Bukti SSp/Pph, sertifikat asli hak guna bangunan, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB), Surat pernyataan kepemilikan lahan, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk.

Di samping itu, bila tanah merupakan hak warisan, Anda juga harus mempersiapkan berkas seperti fotokopi girik. Jangan lupa untuk mempersiapkan dokumen yang sudah dibuat di kelurahan.

"Langkah dan Cara Membuat Surat Jual Beli Tanah yang Benar" - By Laily Affandra - - No Comments

ADD COMMENT