8 Jenis-Jenis Tanah, Ciri-ciri, dan Manfaatnya 1

Jenis-Jenis Tanah – Masing-masing jenis tanah mempunyai karakter yang berbeda-beda, itu sebabnya masing-masing jenis tanah mempunyai manfaat yang berbeda-beda. Ulasan berikut ini akan membahas tentang jenis-jenis tanah yang perlu Anda ketahui lengkap beserta manfaatnya.

Jenis-Jenis Tanah

 Tanah Aluvial

Jenis tanah yang akan dibahas pertama kali adalah tanah Aluvial, dimana jenis tanah ini terjadi akibat endapan lumpur, yang biasanya terbawa di aliran sungai.  Anda dapat menemukan jenis tanah ini di bagian hilir, warna tanah ini biasanya coklat hingga kelabu.

Jenis tanah seperti ini, paling pas jika digunakan untuk pertanian, seperti padi, jagung, palawija, dan yang lainnya. Karena teksturnya yang lembut, dan mudah untuk digarap. Membuat Anda tidak perlu bekerja keras untuk mencangkulnya.

Tanah Andosol

Jenis tanah yang kedua adalah tanah Andosol. Ini adalah salah satu jenis tanah yang terjadi akibat proses vulkanisme dari gunung berapi. Warna tanah ini coklat cenderung keabuan, dan di dalamnya terdapat banyak sekali kandungan unsur mineral, hara dan yang lainnya.

Itu sebabnya jenis tanah yang satu ini pas untuk lahan pertanian. Biasanya jenis tanah yang satu ini berada di dekat gunung berapi.

Tanah Entisol

Jenis tanah yang ketiga adalah tanah Entisol. Jenis tanah yang satu ini, tidak berbeda jauh dengan jenis tanah Andosol. Dimana jenis tanah ini terjadi akibat proses pelapukan aneka macam material yang berhasil dimuntahkan oleh gunung berapi, mulai dari pasir, debu, lahar, dll.

Jenis tanah yang satu ini juga subur, dan termasuk jenis tanah muda. Warnanya cenderung kecoklatan. Anda dapat menemukan jenis tanah ini, tidak jauh dari area gunung berapi. Teksturnya hanya seperti gundukan pasir.

Jenis-Jenis Tanah

Tanah Grumusol

Tanah Grumusol ini, terbentuk dari proses pelapukan batuan kapur dan juga tuffa vulkanik. Dimana kandungan organik yang ada di dalam tanah ini, cukup rendah. Jadi tanah jenis ini, kurang cocok jika digunakan untuk menanam pohon.

Tekstur tanahnya, mudah sekali kering dan pecah ketika kemarau tiba. Warna jenis tanah ini hitam, dan Ph yang ada mulai dari netral hingga alkalis. Anda dapat menjumpai jenis tanah ini, pada tanah dekat laut, dengan kedalaman kurang lebih 300 meter.

Tanah Humus

Jenis-Jenis Tanah

Jenis tanah berikutnya adalah tanah humus, dimana jenis tanah ini terjadi dari hasil pelapukan aneka macam tumbuh-tumbuhan. Selain itu, kandungan unsur hara dalam tanah ini sangat banyak. Hasilnya jenis tanah ini, paling cocok jika digunakan untuk menanam berbagai macam tanaman. Warna jenis tanah ini, cenderung hitam.

Tanah Inceptisol

Jenis tanah Inceptisol sendiri terbentuk dari bebatuan sedimen dan juga metamorf, hingga warnanya kecoklatan, agak kehitaman atau ada juga yang berwarna abu-abu. Fungsi dari tanah yang satu ini, mampu menopang dan membentuk hutan yang asri. Dengan kata lain, jenis tanah ini, pas jika digunakan untuk lahan perkebunan, seperti perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, dll.

Tanah laterit

Jenis tanah yang ketujuh adalah tanah laterit, ini adalah tanah yang banyak Anda temukan di daerah pedesaan atau juga perkampungan. Warna tanah ini merah bata, karena banyak  mengandung zat besi dan juga alumunium. Jenis tanah ini, termasuk jenis tanah yang cukup tua, sehingga tidak cocok untuk ditanami berbagai macam tumbuhan.

Tanah Organosol

Jenis tanah Organosol, adalah tanah yang terbentuk dari proses pelapukan aneka benda organik, seperti aneka tumbuhan, rawa, gambut, dan yang lainnya. Biasanya jenis tanah ini terdapat pada daerah, dengan curah hujan yang cukup tinggi. Ketebalnnya dari permukaan tanah tidak terlalu tebal hanya sekitar 0,5 mm saja.

"8 Jenis-Jenis Tanah, Ciri-ciri, dan Manfaatnya" - By Laily Affandra - - No Comments

ADD COMMENT