Alur dan Tata Cara Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Di Kecamatan 1

Pembuatan Akta Jual Beli Tanah – Akta jual beli tanah atau disingkat dengan AJB adalah bukti sertifikat yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kegiatan jual beli tanah dari pemilik yang sebelumnya ke pemilik yang baru.

Namun kegiatan pembuatan akta jual beli tanah ini hanya bisa dilakukan ketika tanah sudah lunas pembayarannya dan jika belum lunas maka belum bisa dibuatkan akta jual beli tanah.

Untuk melaksanakan pembuatan akta jual beli tanah ini maka Anda harus menghubungi pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah yang bisa terdiri dari PPAT sementara yang merupakan camat yang diangkat menjadi PPAT untuk daerah yang terpencil atau untuk daerah yang pada saat itu belum mencukupi jumlah PPATnya.

Jika di lingkungan tanah Anda berada pembuatan akta jual beli tanah itu dilakukan di tingkat kecamatan maka sebelum Anda pergi ke sana untuk membuat akta jual beli tanah itu maka pastikan juga bahwa Anda juga sudah mengetahui tentang syarat dan biaya pembuatan akta jual beli tanah di kecamatan sehingga bisa Anda siapkan sebelum Anda datang ke sana.

Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Memeriksa Sertifikat Serta PBB

Pada saat Anda hendak membuat akta jual beli tanah ini maka PPAT yang berwenang akan meminta Anda untuk membawa sertifikat tanah serta PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan dari tanah tersebut.

Tentunya PPAT harus yakin bahwa tanah yang diperjualbelikan itu tidak tersangkut sengketa dan juga telah dibayarkan seluruh pajaknya secara teratur. Hal ini juga dimaksudkan agar tidak ada masalah berkelanjutan lagi ke depannya saat tanah sudah beralih pemilik.

Pemilik tanah yang sebelumnya atau dalam hal ini adalah penjual tanah tersebut harus bisa menunjukkan kedua surat ini dengan segera saat hendak mengurus akta jual beli tanah agar cepat terselesaikan.

Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Surat Persetujuan Dari Suami Atau Istri Untuk Menjual Tanah

Bagi suami dan istri yang sah, tanah yang dimiliki setelah terjadinya pernikahan merupakan tanah yang kepemilikannya bersama.

Sehingga pada saat Anda hendak menjual tanah dan membuat akta jual beli tanah tersebut maka Anda harus memiliki surat perjanjian yang ditandatangani oleh suami atau istri Anda yang menyatakan bahwa tanah tersebut dijual atas kesepatakan bersama.

Kecuali jika tanah tersebut didapat sebelum menikah, sehingga tanah tersebut hanya milik satu pihak maka tidak perlu diberikan surat persetujuan dari pihak yang lain.

Atau jika suami atau istri dari penjual sudah meninggal dunia, maka hal yang perlu dipersiapkan adalah membawa surat kematian serta mengajak anak sebagai ahli waris untuk melihat proses pembuatan akta jual beli tanah tersebut.

Anak sebagai ahli waris juga harus memberikan persetujuannya saat suami atau istri dari penjual telah meninggal dunia. Apabila suami atau istri masih hidup dan tidak memberikan surat persetujuannya maka proses pembuatan akta jual beli tanah itu tidak bisa dilanjutkan.

Meski Anda sudah membayar sejumlah biaya pembuatan akta jual beli tanah di kecamatan namun jika tidak ada surat persetujuan, bisa jadi biaya pembuatan akta jual beli tanah di kecamatan yang sudah Anda bayarkan itu akan dikembalikan dan Anda harus membawa surat persetujuan itu jika ingin melanjutkan pembuatan akta itu.

Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Biaya Yang Dibutuhkan

Untuk biaya pembuatan akta jual beli tanah di kecamatan ini biasanya ditanggung oleh kedua belah pihak. Pihak penjual perlu membayar sebesar Pajak Penghasilan yang besarnya 5% harga tanah yang dijual, sedangkan pihak pembelinya perlu membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan yang besarnya juga sebesar 5%.

"Alur dan Tata Cara Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Di Kecamatan" - By Laily Affandra - - No Comments

ADD COMMENT