Ini Dia! 5 Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan yang Aplikatif 1

Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan – Dikarenakan tanah merupakan benda yang tidak bergerak atau bersifat tetap, tentu saja proses transaksi jual belinya akan berbeda dari transaksi jual beli produk-produk benda bergerak, seperti TV, kendaraan, meubel, elektronik, dan lain sebagainya.

Dalam transaksi jual beli produk benda bergerak, biasanya transaksi dilakukan secara levering atau dari tangan satu ke tangan lainnya, serta bersifat cash atau tunai dan selesai seketika ketika pembelinya sudah membayar sejumlah harga tertentu.

Namun berbeda dengan jual beli tanah, proses transaksi ini harus dibuat menggunakan akta yang bersifat otentik. Adapun akta yang bersifat autentik di sini ialah akta yang telah dibuat di hadapan pihak berwenang.

Dalam transaksi jual beli tanah maupun bangunan ini, akta tersebut langsung dibuat oleh pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), yang biasanya merangkap juga sebagai notaris.

Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan

Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan

Berikut beberapa tips yang harus Anda ketahui sebelum melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan, di bawah ini :

1.      Melakukan Pemeriksaan Fisik

Sebelum Anda melakukan transaksi jual beli tanah, maka pemeriksaan fisik dan kondisi tanah harus dilakukan dengan mendatangi lokasi keberadaan tanah tersebut.

Penting sekali melakukan pemeriksaan fisik tanah ini, tapi sebagai pembeli tentu lebih bijak lagi bila Anda menguasai segala informasi yang dibutuhkan sebelum melakukan pengecekan dan pembayaran harga tanah tersebut.

Setelah sampai di lokasi keberadaan tanah tersebut, maka Anda pun bisa langsung bertanya ke tetangga samping kiri dan kanan apakah tanah tersebut benar-benar dikuasai pihak penjual ataukah tidak.

2.      Pengecekan Sertifikat

Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan

Sesudah memeriksa kondisi fisiknya, Anda juga perlu memeriksa sertifikat tanah. Ada beberapa daftar yang harus Anda periksa terkait sertifikat tanah ini, diantaranya :

        Jenis Kepemilikan Atas Tanah

Pastikan sertifikat yang diperiksa ialah Sertifikat Hak Milik atas tanah jika Anda memang berniat untuk membeli tanah atas kepemilikan sendiri, dan bukan untuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SGHB).

        Nomor Sertifikat dan Keberadaan Lokasi Tanah

Nomor sertifikat serta lokasi tanah yang tercantum secara langsung pada halaman pertama sertifikat. Maka dari itu, Anda harus memastikan kedua informasi tersebut sesuai tanah yang hendak dibeli.

        Nama Pemilik

Hindari melakukan transaksi jual beli tanah dengan pihak penjual tapi tidak tercantum namanya di dalam sertifikat tanah tersebut. Jika kondisinya seperti itu, si penjual wajib memiliki surat kuasa atas kepemilikan tanah. Surat kuasa tersbeut harus berbentuk surat kuas dari notaris, untuk penjualan tanah, dan termasuk mewakili pihak pemilik tanah dengan menandatangani AJB.

        Luas dan Batas Tanah

Pemeriksaan batas-batas dan luas tanah bisa dilakukan dengan cara membandingkan Surat Ukur dan kondisi fisik yang ada di lapangan. Dalam hal ini, Anda dapat menemukan surat ukur tersebut pada sertifikat tanah, dan di dalamnya telah tedapat batas batas tanah dan luas tanah.

        Riwayat Tanah

Informasi tentang riwayat tanah bisa Anda dapatkan pada bagian pencatatan yang terletak di halaman tengah sertifikat tanah. Pada bagian tersebut berisi catatan mengenai tanah tersebut.

3.      Pemeriksaan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Pemeriksaan PBB ini dilakukan agar memastikan apakah penjual sudah melunasi PBB, dan besarnya nilai jual objek pajak.

4.      Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Jika berdasarkan dari pemeriksaan, tanah tersebut ternyata tidak bermasalah, Anda pun bisa menandatangani AJB secara langsung di depan PPAT. Di samping membuatkan AJB, pihak PPAT juga bisa membantu pembeli dan penjual untuk memeriksa PBB dan sertifikat tanah.

5.      Membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli

Ini Dia! 5 Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan yang Aplikatif 2

Bisa saja tanah yang akan dibeli, masih dalam proses pembuatan sertifikasi, atau lahan tersebut masih menjadi jaminan hutang di perbankan. Kondisi-kondisi tersebut tentu menjadi hambatan saat Anda melakukan transaksi jual beli lahan, sebab transaksi belum bisa dilakukan. Adapun demi mengikat komitmen antara pihak pembeli dan penjual bisa terlebih dulu membuat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli).

Demikian ulasan mengenai tips jual beli tanah dan bangunan agar lahan yang dibeli tidak menimbulkan masalah dikemudian hari!

"Ini Dia! 5 Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan yang Aplikatif" - By Laily Affandra - - No Comments

ADD COMMENT